setiap anak di masa pertumbuhannya diperkenalkan dengan begitu banyak cerita dongeng...begitu pula saya...dongeng yang umumnya diawali dengan kebahagiaan, kemudian terganggu nasib malang atau ulah tokoh antagonis, menjalani masa penuh duka dan tangis, lalu berakhir kembali dengan kebahagiaan..
salah satunya dongeng cinderella
demikian kuat dan abadinya dongeng ini sehingga rasa-rasanya tidak ada satu pun orang yang tidak mengenalnya
dongeng yang satu ini dibukukan, difilmkan, ditayangkan jutaan kali dan disaksikan milyaran manusia, dan diceritakan berulang-ulang..
dari malam ke malam..dari satu generasi ke generasi berikutnya..demikian kuat hingga rasa-rasanya setiap perempuan pasti pernah memimpikan bertemu dengan seorang pangeran tampan, baik hati, dan kaya raya, jatuh cinta, menikah, dan hidup bahagia selamanya
saya termasuk di antara sekian banyak wanita pemimpi itu..
ketika mulai puber yang saya inginkan adalah bertemu dengan seorang pria sesuai kriteria idaman saya, saling jatuh cinta, menjalin kasih, dan menikah...dengan demikian, saya hanya akan jatuh cinta satu kali seumur hidup dan saya akan menghabiskan sisa hidup saya bersama cinta saya satu2nya itu
kenyataannya...saya beberapa kali patah hati...pernah juga dikhianati...tidak direstui orangtua...dan tidak sejalan yang sebenarnya buah dari ketidakyakinan atas perasaan yang ada...
perlahan gambaran pangeran tampan yang baik hati mulai memudar..tergantikan oleh sosok tidak mengenakkan yang membuat hati gundah dan kesal...gambaran hidup bahagia selamanya mulai terpinggirkan oleh fakta kecekcokan, perang mulut, ketidaksetiaan, dan akhir pahit perceraian.
Ulasan di majalah2 wanita modern mengatakan, dongeng hanya memperlihatkan akhir bahagia di
pelaminan..tidak pernah membeberkan kehidupan dan cobaan yang berat di pernikahan...dan tidak pernah mengatakan kalau cinderella dan pangeran bisa berakhir bercerai dan saling membenci satu sama lain...apakah ini sebuah cara pembentukan opini bahwa lembaga pernikahan tidak lagi dapat dipercaya keutuhannya?
entahlah...
yang saya tahu, saya jelas2 bukan cinderella...saya tidak yatim piatu dan tidak tinggal bersama tante dan sepupu2 yang berhati jahat
saya bukan upik abu yang dari subuh hingga malam banting tulang mengerjakan pekerjaan rumah tangga...saya anak kantoran..masuk jam 7 pulang jam 5
sebelumnya saya sekolah bertahun2..yang saya tidak tahu apakah upik abu pernah jalani...rumah saya pakai pembantu yang rela menyumbangkan tenaganya demi membiayai keluarga di kampung...saya tidak naik kereta kuda yang disulap dari buah labu...saya menyetir mobil sendiri dengan kecepatan tinggi di jalan tol...saya tidak punya peri yang baik hati...tapi saya punya orangtua, adik2, dan sahabat2 yang selalu ada di saat bahagia dan
sedih..yang selalu memberi dukungan moril ketika di titik terendah...saya tidak secantik cinderella dan tidak punya sepatu kaca...
dan saya tidak jatuh cinta pada seorang pangeran...
bukan pula pada ksatria bertopeng...saya jatuh cinta pada seorang pria biasa...
tapi ia luar biasa...
mengapa?
karena ia bisa membuat saya kembali mencintai
karena ia membuat saya rela membuka hati
dan karena ia sanggup membuat saya kembali ke nilai yang hakiki...
bahwa keberpasangan adalah fitrah
bahwa cinta adalah anugrah
bahwa menikah adalah ibadah
saya tidak tahu apakah cinta saya akan abadi selamanya
saya tidak tahu apakah cintanya akan abadi selamanya
saya tidak tahu apakah ia akan selalu setia
saya tidak tahu apakah kami akan hidup bahagia
saya tidak tahu...tidak juga dia...cuma Allah yang tahu...
tapi hidup adalah pilihan dan setiap pilihan mengandung konsekuensi...
saya memilih dia karena hati saya meyakinkan demikian
karena itu saya akan menjalani ke mana hidup akan membawa saya
karena di setiap pilihan ada resiko
ada kebahagiaan dan ada kesedihan
semuanya bersatu membawa makna dalam kehidupan
tak ada ragu tak ada bimbang
hanya cinta dan niat yang tulus di hati
biarlah akhirnya nanti menjadi rahasia Sang Pencipta Alam
karena saya merasa amat sangat beruntung
masih dapat hidup hari ini dan mencintai sang pilihan hati...

1 komentar:
Nice post sist, kenyataannya kesabaran akan berbuah manis dan tetap percaya pada janji janji Allah, kudoakan selalu rukun dan langgeng dengan kaka zuzu ya ;)
Posting Komentar