merci maman..merci papa..

Ass…
Terima kasih untuk oma, opa, om, tante, dan saudara2 sekalian telah berkenan hadir di rumah kami hari ini…
Sebenarnya acara hari ini adalah arisan rutin dari keluarga Jassin dan Saboe..akan tetapi hari ini juga bertepatan dengan hari yang special, yaitu tepat 30 tahun hari pernikahan kedua orangtua saya. Tidak terasa sudah tiga dasawarsa, rasanya baru kemarin kami merayakan pernikahan perak.

Tapi apa yang ada di dunia ini memang berubah dengan amat cepat. 5 tahun lalu, syukuran diadakan di Hotel Wisata, tempat kedua orangtua kami menikah tanggal 18 Mei 1978. Tahun ini, Hotel Wisata sudah rata dengan tanah dan Grand Indonesia sudah berdiri megah di sana.

Begitu juga keluarga kami. Lima tahun lalu, umur saya belum ¼ abad. Tahun ini adik saya nomor 3 sudah mau ¼ abad dan umur saya sudah dekat kepala 3. hehehe..
Rasanya cepat sekali semua berlalu karena setiap kali saya mengingat apa yang sudah berlalu semua terasa baru kemarin, saya masih bisa memutar kejadian2 dalam 5 tahun belakangan ini seperti film di otak saya.
Banyak sekali yang terjadi di rumah ini dalam 5 tahun belakangan. Ada yang menyenangkan tapi banyak juga yang menimbulkan kesedihan. Sebagai anak, kami tidak selalu akur dengan orangtua, sering kali justru nakal, keras kepala, dan suka melawan.
Sebagai suami istri, kedua orang tua kami juga mengalami naik turun. Kadang hubungan berjalan baik, sering kali pula bertengkar.

Namun dari semua hal2 tadi, hanya satu yang tidak akan berubah. Dan hal itu adalah kasih sayang kedua orang tua kami. Dalam kondisi seburuk apapun kami, anak2nya, kasih sayang itu tidak akan pernah pupus. Ketika hubungan mereka baik ataupun ketika mereka sedang bertengkar, kasih sayang itu selalu ada. Dalam rumah tangga perbedaan pasti akan selalu ada, tapi kami yakin, dalam naik turunnya rumah tangga kedua orang tua kami, mereka akan mensyukuri adanya kami, anak2 mereka, dan adanya keluarga ini. Dan itu semua karena kasih sayang mereka yang amat sangat besar untuk kami.

Sebagai anak, kami masih jauh sekali dari yang disebut anak berbakti. Sampai saat ini pun, belum ada satu orang di antara kami yang bisa meringankan beban mereka, setidak2nya membuat tanggung jawab mereka sedikit berkurang, dengan menikah. Kami tahu mereka sangat ingin menikahkan kami, selagi mereka masih ada, begitu kata mereka. Kami juga masih hidup di rumah ini, bergantung pada mereka, masih suka menolak permintaan mereka, tidak setuju dengan pendapat2 mereka, dan membuat mereka khawatir setiap hari.
Bila nantinya Allah menjadikan kami orang2 yang berhasil, itu semua karena perjuangan dan doa mereka. Namun bila kami memberikan semua harta yang kami dapat untuk mereka, membuatkan mereka rumah yang sangat besar, mengajak mereka mengelilingi dunia, menghujani mereka dengan hadiah...itu semua tidak akan pernah sebanding dengan keringat dan air mata yang sudah mereka curahkan untuk kami selama 30 tahun ini.

Karenanya, hari ini, tidak ada yang pantas kami ucapkan selain maafkan kami dan terima kasih. Maafkan kami karena kekurangan kami begitu banyak dan kami masih amat jauh dari membahagiakan papi dan mami...Terima kasih kami sedalam2nya dan setulus2nya karena telah mencintai, menyayangi kami apa adanya dengan segala kekurangan kami...Terima kasih atas setiap perhatian, keringat, air mata, dan doa yang sudah diberikan selama 10.950 hari, 262.800 jam, 15.768.000 menit, dan 946.080.000 detik. Selamat ulang tahun pernikahan ke-30 mami papi. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat untuk papi dan mami. We love you so much...now, tomorrow, always...

Dibuat untuk syukuran ultah tahun pernijahan ke-30 mami dan papi, 18 Mei 2008

Tidak ada komentar: